BIMBINGAN HIDUP BERMASYARAKAT

Berita Pati – “Tempe kalau di goreng mungkin enak, tapi kalau punya mental tempe pasti ga enak”
Kalimat yang acap kali terngiang di telinga penulis dalam hal melihat mental anak asuh yang bertahun-tahun mendapatkan bimbingan di PSAA ‘Tunas Bangsa’ Pati. Bertahun-tahun mereka mendapatkan pelayanan baik secara fisik maupun secara mental.
Lantas, bagaimanakah para penerima manfaat mengaplikasikan segala hal yang pernah didapatkan selama pelayanan dalam kehidupan nyata di luar sana ? atau dengan bahasa sederhana yakni berhasil atau tidaknya lembaga ini dalam membimbing mental penerima manfaat adalah ketika mereka sudah di Terminasi.
Salah satu ikhtiar PSAA dalam mengukur tingkat kedewasaan berperilaku anak asuh dengan media Bimbingan Hidup Bermasyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan selama 7 hari berlokasi di desa Palon, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora.
Penempatan para Penerima Manfaat di lokasi itu dikarenakan selain tempat yang cocok untuk mereka belajar salah satu faktor (dari sekian banyak faktor) kepala desa Palon adalah ketua Paguyuban Orang tua Penerima Manfaat PSAA serta sudah 8 anak dari desa itu mendapatkan pelayanan di PSAA.

 

THE SHOW

“Saya Menerima kedatangan para Penerima Manfaat PSAA agar setelah keluar (terminasi) lebih baik dari anak asal desa kami yang dulu pernah mendapatkan pelayanan disana (PSAA)”
Demikian kalimat yang terlontar dari Bapak Suhada, S.Ag, kepala desa Palon Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora. Selain itu dalam sambutanya beliau juga akan berusaha mendampingi anak asuh (Penerima Manfaat) dalam belajar menjadi abdi di desa Palon.
Secara informal dan formal sang kepala desa juga telah melakukan sosialisasi mengenai PM dari PSAA yang ingin mengampil beran di masyarakat desa Palon. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 22 – 28 April 2013 ini para PM (Penerima Manfaat) belajar dalam beberapa hal, yaitu :
1.    Belajar menjadi Guru PAUD
2.    Belajar Menjadi Guru TK
3.    Belajar Menjadi Ustadz/Ustadzah TPQ
4.    Belajar menjadi guru privat SD dan SMP
Seluruh Penerima Manfaat yang berjumlah 19 anak melaksanakan pembelajaran hidup bermasyarakat di Desa Palon,
menjalankan 4 peran diatas, Jadwal yang mereka susun serta personil yang bertugas disusun oleh PM sendiri setelah melakukan nembung kepada pihak setempat yang akan mereka lakukan kegiatan tersebut.
Pelaksanaan yang berjalan lancar ini mendapatkan pendampingan oleh petugas dari PSAA sebanyak  9 orang secara bergantian.
Yang menarik dalam kegiatan pendampingan belajar privat yang semula 7 anak menjadi 30 anak yang terdampingi oleh para PM di PSAA.

WEJANGAN

“Terima Kasih kalian telah menjadi pengemban amanah yang baik serta mengharumkan nama PSAA’Tunas Bangsa’ di desa Palon”
Kalimat ini terucap oleh Dra. Vita Kuswarini selaku kepala PSAA ‘Tunas Bangsa’ Pati. Selain itu dalam sambutan penutup kegiatan Bunda demikian beliau biasa disapa juga sangat mengapresiasi para PM yang mampu membuktikan kalau mereka mampu lebih baik dan berperan terhadap masayarakat desa Palon.
Betapa tidak para PM ini terjadwalkan setiap harinya dari subuh berjamaah, belanja dengan bersepeda ke pasar Jepon, lantas masak secara bergiliran, dilanjutkan mengajar dari PAUD, TK dan TPQ, membantu bikrokrasi desa serta melakukan pendampingan belajar privat kepada anak SD hingga SMP pada malam harinya.
Kegiatan yang hanya seminggu ini dinggap kurang baik oleh para PM, aparat desa, guru apalagi anak-anak yang menjadi dampingan para PM, tetapi kegiatan ini baru perdana dilaksanakan dengan format yang berbeda dari biasanya sehingga masih perlu perbaikan disana sini.
Semoga ikhtiar bimbingan hidup bermasyarakat ini dapat membentuk PM yang berperan dimasyarakat dan bukan menjadi sampah masyarakat dimana mereka akan kembali ke lingkungan masing-masing.
Last But Not Least, yang pasti apa yang dilakukan PSAA ‘Tunas Bangsa’ Pati dengan niat tulus baik untuk PM maupun masyarakat, alam selalu menyertai dan mendoakan perjuangan yang pernah dilakukan. Wallahu alam.