Inilah Cara Tepat Hidup Bahagia Demi Kesehatan Jiwa

Inilah Cara Tepat Hidup Bahagia Demi Kesehatan Jiwa

Kemampuan dalam menyeimbangkan hidup, terutama membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, teman, dan untuk diri sendiri, pada dasarnya turut memberi dampak kepada kesehatan jiwa secara umum. Meski begitu, faktor kesehatan pikiran juga tidak kalah penting. Jika tubuh memerlukan makanan bernutrisi untuk menjaga kesehatan, maka pikiran juga membutuhkan ‘asupan bergizi’ agar Anda selalu merasa semangat, tenang, dan damai dalam menjalani hidup. ‘Makanan’ untuk Kesehatan Jiwa Berbeda dengan sesuatu yang kita kunyah dan telan, ‘makanan’ untuk menyehatkan pikiran dan jiwa tidak berbentuk bahan-bahan makanan yang diolah di dalam metabolisme tubuh. Anda dapat menyimak asupan bagi pikiran demi menunjang kesehatan jiwa di bawah ini. Lakukan sesuatu dengan perasaan senang Cobalah untuk menikmati tiap momen yang Anda alami dengan ketulusan dan perasaan senang. Momen ini tidak harus besar atau istimewa. Hal-hal sederhana seperti ketika Anda mencoba resep masakan baru dan berhasil disukai seluruh anggota keluarga, anak yang bersikap manis karena meletakkan sepatu di raknya, pasangan yang saling memberikan perhatian, adalah momen-momen yang patut dirayakan dengan perasaan senang. Mensyukuri semua yang kita miliki Bersyukur berarti Anda menyadari bahwa segala sesuatu...
Read More
Tiada Kesehatan tanpa Kesehatan Jiwa

Tiada Kesehatan tanpa Kesehatan Jiwa

Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek mengatakan bahwa ungkapan tiada kesehatan tanpa kesehatan jiwa sangat tepat. Sebab, gangguan jiwa muncul akibat kegagalan mengelola stres. ''Kalau kita lihat definisi sehat dahulu, hanya dipikirkan sehat itu adalah secara laboratorium bagaimana laboratorium kita bagus atau tidak. Kemudian berubah menjadi sehat adalah fisik. Kalau kita mengalami patah tulang dan sebagainya itu tidak sehat, kemudian, timbul lagi definisi sehat itu fisik dan jiwa,'' kata Menkes Nila Moeloek. Jumat (6/10) di gedung Kemenkes, sebelum melakukan senam rutin di hari Jumat bersama seluruh pegawai Kemenkes. Pada Selasa yang akan datang (10/10) tepat acara puncak Hari Kesehatan Jiwa Sedunia akan diperingati. Tema yang diangkat adalah Kesehatan Jiwa yang Prima Mewujudkan Produktivitas Kerja dan Kesejahteraan Keluarga dan sub-tema Kesehatan Jiwa di Tempat Kerja. Stres di tempat kerja tidak bisa dihindarkan, belum lagi ditambah persoalan lainnya seperti persoalan di keluarga yang mengakibatkan gangguan jiwa kita. Stres bersumber pada masalah personal (non okupasi) atau profesional (okupasi). Kondisi fisik yang baik, mental dan pola hidup sehat...
Read More
Perlu Kepedulian untuk Kendalikan Masalah Kesehatan Jiwa

Perlu Kepedulian untuk Kendalikan Masalah Kesehatan Jiwa

Kesehatan jiwa di Indonesia masih menjadi tantangan yang sangat berat karena memiliki perspektif yang berbeda-beda terutama dalam konteks kesehatan. Kesehatan didefinisikan sebagai keadaan yang sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan orang untuk hidup produktif.Permasalahan kesehatan tidak hanya tergambar secara fisik saja, namun juga terkait kesehatan jiwa.''Sering kali persepsi sehat sakit hanya diartikan apabila kita tidak mampu melakukan sesuatu,'' kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Anung Sugihantono dalam acara Pertemuan Nasional Program Permasalahan Pencegahan Masalah Kesehatan Jiwa dan NAPZA, di Tangerang (1/3).Kesehatan jiwa masih dipandang sebelah mata. Masyarakat masih menganggap masalah kesehatan jiwa ini bukan sebagai penyakit. Padahal, kesehatan jiwa sama halnya dengan kesehatan fisik. Jika tidak ditangani, sekecil apapun gangguan kejiwaan dapat mengancam kehidupan seseorang.Hasil Riskesdas tahun 2018, menunjukkan prevalensi rumah tangga dengan anggota yang menderita skizofrenia/psikosis sebesar 7/1000 dengan cakupan pengobatan 84,9%. Sementara itu prevalensi gangguan mental emosional pada remaja berumur >15 tahun sebesar 9,8%. Angka jni meningkat dibandingkan tahun 2013 yaitu sebesar 6%.Permasalahan...
Read More
STIGMA DIANTARA SLOGAN STOP PASUNG DAN SEHAT JIWA

STIGMA DIANTARA SLOGAN STOP PASUNG DAN SEHAT JIWA

"Stop Pasung dan Sehat Jiwa" Setidaknya kalimat tersebut yang sering di teriakan secara lantang, untuk membakar semangat para pejuang kesehatan jiwa dan masyarakat dimanapun pelayanan kesehatan jiwa digelar untuk membantu ODGJ.Menurut UU Keswa No.18 Tahun 2014, menyebutkan bahwa Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) adalah orang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku dan perasaan yang termanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala dan atau perubahan.Adalah Iyep Yudiana, pria kelahiran Tasikmalaya yang menetap di Bogor sejak tahun 2002 silam dan bekerja di Instalasi Kesehatan Jiwa dan Promosi Kesehatan. rumah Sakit (KJM & PKRS) RS.Dr.H. Marzoeki Mahdi (RSMM) Bogor, sebagai Koordinator Lintas Sektoral dan Integrasi dan juga sebagai Promotor Kesehatan Jiwa, sesuai pendidikan terakhirnya yaitu Promosi Kesehatan di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM-UI).Bukan tanpa alasan kenapa Stop Pasung dan Sehat Jiwa sering diterikakan dalam setiap kegiatannya, dikarenakan masih banyak masyarakat bahkan tenaga kesehatan yang masih memberikan stigma negatif terhadap ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa).Sedangkan Stigma dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mempunyai pengertian ...
Read More
Bagaimana Gangguan Jiwa Bisa Sembuh?

Bagaimana Gangguan Jiwa Bisa Sembuh?

penanganan untuk penderita gangguan jiwa memiliki keunikan masing-masing. Penderita gangguan jiwa  disebut juga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) bisa sembuh tanpa bekas namun pada kondisi lain ODGJ tetap memerlukan bantuan obat-obatan. Disebut unik misalnya seorang pasien dengan gangguan depresi ada yang bisa sembuh tanpa obat dalam terapinya namun pasien yang lain dengan diagnosa yang sama harus menggunakan obat bahkan sampai seumur hidup. Daya tahan dan kemampuan adaptasi dalam menghadapi masalah juga sangat mempengaruhi cepat lambatnya kesembuhan ODGJ.( Menurut dr Andri, SpKJ, FAPM dalam http://lifestyle.kompas.com/read/2014/09/29/104547323 ) Faktor yang Memperlambat Kesembuhan. Hambatan kesembuhan bisa berasal dari diri ODGJ, keluarga maupun masyarakarat seperti berikut ini : 1.    ODGJ tidak disiplin melakukan kontrol atau tidak rutin meminum obat. Pada beberapa kasus gangguan jiwa memang memakan waktu yang lama sehingga terkadang ODGJ merasa tidak kunjung sembuh. Selain perasaan bosan, malu untuk melakukan kontrol apalagi secara rutin datang ke psikolog/psikiater juga dapat memperlambat kesembuhan. 2.    Anggapan seperti bahwa ODGJ dapat sembuh sendirinya. Tentu saja hal ini salah.  Diperlukan pertolongan dari yang ahlinya seperti...
Read More